Minggu, 09 Februari 2020

materi ajar kelas 3/senin,10 februari 2020

A. Allah Yang Maha Mengetahui

اَلْعَليْمُ (Al-‘Aliim) artinya adalah Allah Yang Maha Mengetahui

Allah swt. sebagai Tuhan Pencipta mengetahui segala apa yang diciptakan-Nya. Sebagai manusia tentu segala amal dan perbuatan yang kita lakukan, baik ataupun buruk Allah swt. mengetahui semuanya. Begitu pula apa-apa yang terjadi baik itu di darat, laut ataupun di udara. Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah swt

Allah swt. juga mengetahui kejadian yang sudah terjadi, sedang terjadi ataupun yang akan terjadi. Dimanapun makhluk Allah swt. berada, baik itu manusia ataupun jin (yang tidak terlihat oleh mata) dan makhluk yang lainnya tidak ada yang bisa lepas dan bersembunyi dari pengetahuan Allah swt.

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Anbiyaa’ (21) ayat empat yang berbunyi sebagai berikut ini:

قَالَ رَبِّي يَعۡلَمُ ٱلۡقَوۡلَ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٤

Qaala robbii ya’lamul qaula fis samaawaati wal ardhi, wa huwas samii’ul ‘aliim(u)

Artinya:

“Berkatalah Muhammad (kepada mereka): “Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Dari keterangan ayat di atas, kita harus meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Allah swt. adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berbuat berikut ini:

  1. Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan perbuatan yang kotor dan jelek.
  2. Senantiasa berbuat baik
  3. Menjauhkan pikiran-pikiran kotor yang menjerumuskan kepada hal-hal yang buruk
  4. Menghindarkan dan membersihkan diri dari niat-niat yang tidak baik yang ada dalam hati.

B. Allah Yang Maha Mendengar

السَّمِيْعُ (As-Samii’) artinya adalah Allah Yang Maha Mendengar

Allah swt. sebagai Tuhan Yang Maha Mendengar, sudah pasti mendengar segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Termasuk bisikan atau doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya.

Meskipun hamba-Nya menyembunyikan suara dalam hatinya. Allah swt, tetap bisa mengetahui dan mendengarkan bisikan suara yang disembunyikan dalam hati tersebut. Suara apapun itu, baik gemericiknya air, gemerisiknya dedaunan manakala tertiup angin, bahkan sampai bunyi langkah semutpun Allah swt. tetap terdengarkan oleh-Nya.

Kata as-Samii’, yang berarti Yang Maha Mendengar adalah sebuah kesempurnaan. Lawan kata dari mendengar ini adalah tuli yaitu sama sekali tidak dapat mendengarkan bunyi sesuatu. Yang demikian ini tentu saja sangatlah tidak mungkin menjadi sifat Allah swt.

Dalam al-Qur’an surat an-Nisaa’ (surat ke empat) ayat 148, Allah swt. dijelaskan :

۞لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلۡجَهۡرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ إِلَّا مَن ظُلِمَۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا ١٤٨

Laa yu(c)hibbullaahul jahra bis suu i minal qauli illaa man dzulim, wa kaanallaahu samii’an ‘aliima(n)

Artinya:

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Dengan mengetahui bahwa Allah swt. adalah Tuhan Yang Maha Mendengar. Maka, sudah sepantasnya bagi kita untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Mendengar segala sesuatu yang baik-baik
  2. Senantiasa berhati-hati dalam berbicara
  3. Rajin membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Qur’an
  4. Senantiasa berusaha menjauhkan dari perkataan-perkataan yang kotor dan jelek
  5. Meyakini bahwa Allah swt. mendengarkan dan mengetahui segala sesuatu, termasuk ketika sedang menjalankan ibadah dan berdoa memohon sesuatu kepada-Nya.

Kamis, 06 Februari 2020

materi ajar kelas 3/jumat,7 februari 2020

BAB 7

Asmaul Husna 2

  • Albatin : Yang batin.
  • Allah bersifat batin tetapi bukan berarti tidak tampak. Allah mengetahui sesuatu yang tersembunyi dari hambanya.
  • Surah Al An-am ayat 103.

  • Alwaliy : Yang maha pelindung.
  • Allah sebagai pelindung bagi orang-orang beriman. 
  • Sedangkan setan sebagai pelindung bagi orang-orang kafir.

  • Al Mujib Yang maha memperkenankan doa.
  • Orang-orang yang berdoa kepada Allah berarti membutuhkan pertolonganNya.
  • Orang yang tidak mau berdoa berarti cermin orang yang sombong.
  • Allah memiliki sifat Al Mujib terdapat dalam surat Al Mu'min 60.

  • Al Wahab : Maha pemberi.
  • Allah memberi manusia akal, sedangkan makhluk lainnya tidak diberi akal.

Rabu, 05 Februari 2020

materi ajar kelas 6/kamis,6 feb 2020

Latihan soal
Materi : 
1. Al ghofur
2. Al afuwwu
3. As shobur
4. Al halim

Mutiara hikmah 
Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah

1. Asmaul husna yang berarti Allah Swt. Maha Penyantun adalah ...
2. Sifat Allah swt, Al Afuwwu artinya ...
3. Asmaul husna yang menunjukkan Allah swt, tidak pernah tergesa gesa dalam bertindak, tetapi bertahap dalam setiap keputusan nya adalah ...
4. Makna sifat Allah swt, As Sabur adalah ...
5. Asmaul Husna Al Halim artinya ...

Selasa, 04 Februari 2020

materi ajar kelas 5/rabu,5 feb 2020

Latihan soal
Materi : Asmaul Husna
Al muhyi
Al mumiit
Al baaqi

1. Allah bersifat al muhyi yang artinya ...
2. Allah bersifat al mumiit yang artinya ...
3. Ketika tidur Allah memegang ... Kita
4. Allah beraifat al baaqi yang artinya ...
5. Kehidupan yang kekal dan abadi adalah kehidupan di ....

Kamis, 30 Januari 2020

tausiah pagi/jumat,31 januari 2020

Bismillaahirrohmanirrohim,

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh,

Segala  puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita di hari ini. Mulai dari nikmat sehat, nikmatnya lapang, sampai nikmat lainnya yang nilainya tiada tara. Misalnya yang berupa nikmat iman sebagai manusia, dan nikmat islam. Semoga kita selalu diberi hidayah oleh Allah SWT, dan mensyukuri semua yang telah Ia beri.

Berikutnya tak lupa kita ucapkan semoga sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga dan para sahabatnya, yang telah menuntun seluruh umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman yang terang benderang sampai di hari ini. Semoga kelak kita semua mendapat safaatnya, di Yaumul Qiyamah. Amin Ya Rabbal Alamin

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Di dalam kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah ceramah singkat mengenai shalat. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa, Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW telah memberi tahu kita melalui firman-firman-Nya mengenai pentingnya mendirikan shalat. Bahkan Rasulullah pernah bersabda, “Shalat adalah tiangnya agama.”

Sabda tersebut memang sangatlah sederhana, tetapi tentu saja mengandung makna yang besar. Di dalam agama Islam, shalat di ibaratkan sebagai tiang pada sebuah bangunan. Sehingga jika kita tidak pernah mendirikan shalat, maka tiang itu pun akan rapuh dan juga roboh. Sama halnya dengan bangunan tanpa tiang, yang akan ikut roboh karena tidak ada lagi penyangganya.

Sabda dari Rasulullah tentang shalat lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari adalah, “Seandainya saja mereka tahu pahala yang akan mereka dapatkan dari shalat Subuh dan Asar. Niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dalam keadaan merangkak.”

Di dalam pelaksanaannya shalat tidak hanya wajib dilakukan, tetapi shalat ini merupakan bukti iman seorang manusia kepada Allah. Padahal berapa banyak orang yang meninggalkan shalat tanpa rasa sesal? Berapa banyak orang yang melewatkan shalat dengan santainya? Pertanyaan tersebut sudah memperlihatkan bahwa, shalat wajib dilakukan dalam keadaan apapun.

Allah pun berfirman di dalam surat Al-Mauun ayat 4-5, yang artinya “Maka celakalah orang yang shalat (4), yaitu orang yang melalaikan shalat (5).”

Jika seseorang sudah melaksanakan shalat dengan baik, maka insya Allah amalan yang dilakukannya pun akan baik. Karena kita sudah melaksanakan shalat dengan baik dan benar, dengan khusyu, dan semuanya karena Allah. Bisa dipastikan kita sudah totalitas dalam menjalankan kewajiban. Tetapi jika kita seenaknya dalam melaksanakan shalat, baik lalai atau tidak tepat waktu.

Maka amalan yang kita lakukan sehari-hari pun tidak akan jauh berbeda dengan dengan hasil shalat kita.

Maka marilah kita berdoa kepada Allah SWT, agar kita dijauhkan dari perilaku buruk. Seperti sengaja meninggalkan shalat atau dengan mudahnya melalaikan shalat. Semoga kita juga selalu diberi kemampuan, untuk saling menasihati dalam kebaikan.

Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarokaatuh

Materi Ajar Kelas 6E | Senin, 3 Januari 2022

  Hari/Tangga l       : SENIN, 03 Januari 2022 Tema  6                : Menuju Masyarakat Sejahtera Sub Tema 1          : Masyarakat Peduli ...